Profil 11 Panelis Debat Perdana Capres Peserta Pilpres 2024

Profil 11 Panelis Debat Perdana Capres Peserta Pilpres 2024

Sejumlah pekerja menyelesaikan dekorasi untuk kegiatan debat Calon Presiden (Capres) di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Senin (11/12/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Debat kandidat peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang pertama akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2023), dimulai pukul 19.00 WIB. KPU telah menetapkan 11 pakar yang menjadi panelis debat nanti malam.
Kesebelas nama itu dari berbagai https://totokas138.store/ macam latar belakang. Mereka merumuskan pertanyaan kepada kandidat seputar pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik dan kerukunan warga.

“Panelis itu kita sudah mendapatkan konfirmasi dan kesediaan dari 11 orang yang akan jadi panelis untuk debat pertama,” kata Komisioner KPU RI August Mellaz.

Sebelas nama itu datang dari berbagai kampus di Indonesia. Berikut profil 11 panelis debat capres perdana:

1. Prof Bayu Dwi Anggono
Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej), Prof Bayu Dwi Anggono. Prof Bayu menjadi salah satu profesor hukum termuda di Indonesia, yaitu di usia 39 tahun, Prof Bayu menyandang profesor di Bidang Ilmu Perundang-undangan.

Pendidikan S1 di raih di FH Unej, sedangkan S2 dan S3 dari Universitas Indonesia (UI). Selain itu, tulisan dan pendapat Prof Bayu juga kerap menghiasi media nasional. Sebagai Dekan, Prof Bayu memoles almamaternya sehingga meraih berbagai penghargaan di antaranya WBK dari Kemenristek Dikti.

Selain itu, Prof Bayu juga menjadi Sekjen Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (AP HTN-HAN). Sebuah asosiasi dosen yang beranggotakan seribu pengajar lebih dari berbagai kampus di Indonesia.

2. Dr Agus Riewanto
Dari UNS Solo, Dr Agus Riewanto dipercaya KPU RI masuk salah satu panelis. Pakar hukum tata negara itu sudah malang melintang di dunia akademis. Kepakarannya kerap dipakai sebagai ahli di Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA) hingga berbagai forum ilmiah. Gelar S1 nya didapat dari dua kampus yaitu Sarjana Hukum dari UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogjakarta.

Agus juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) FH UNS (2018-sekarang). Selain itu, Agus juga pernah terjun langsung di kepemiluan sebagai Ketua KPU Sragen pada 2008-2013.

3. Prof Susi Dwi Harijanti
Pakar hukum lain yang jadi panelis adalah Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpadj, Bandung Prof Susi Dwi Harijanti. Selain mengajar di kampusnya, Prof Susi juga menjadi dosen tamu di berbagai kampus.

Susi juga menjadi salah satu pelapor pelanggaran kode etik Ketua MK Anwar Usman. Hasilnya, Anwar Usman dicopot dari kursi Ketua MK karena melakukan pelanggarat berat yaitu ikut mengadili putusan syarat capres-cawapres sehingga memiliki konflik kepentingan disebabkan keponakannya, Gibran Rakabuming bisa menjadi cawapres dengan putusan MK itu.

4. Khairul Fahmi
Dari Sumatera Barat (Sumbar), pakar hukum Universitas Andalas, Khairul Fahmi bergabung dengan panelis. Selain sebagai dosen, Khairul Fahmi juga pernah menjadi anggota KPU Agam pada 2007-2008. Fahmi juga tercatat sebagai advokat.

5. Prof Lita Tyesta
Ahli hukum tata negara dari Universitas Diponegoro (Undip) Prof Lita Tyesta juga menjadi salah satu panelis. Seperti dengan Prof Bayu, Prof Lita juga merupakan guru besar di bidang Ilmu Perundang-undangan.

6. Wawan Mas’udi
Di isu politik dan pemerintahan, ada ahli politik dari UGM, Wawan Mas’udi. Wawan saat ini juga dipercaya sebagai Dekan Fisipol UGM. Wawan meraih S1 dari UGM dan S2 dari University of Adger, Norwegia dan gelar PhD diraihnya dari University of Melbourne, Australia. Sebagai seorang akademisi ia dikenal dengan kepakaran dalam hal Kebijakan Publik, Welfarisme, Sistem dan Institusi-institusi Pemerintahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*