India Mau Tutup 30 Tambang Raksasa, Harga Batu Bara Bangkit!

A pile of coal is seen at a warehouse of the Trypillian thermal power plant, owned by Ukrainian state-run energy company Centrenergo, in Kiev region, Ukraine November 23, 2017. Picture taken November 23, 2017. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Harga batu bara terpantau berhasil bangkit dari zona pelemahan. Pada perdagangan Rabu (17/5/2023), harga batu bara kontrak Juni di pasar ICE Newcastle ditutup melonjak 2,01% di posisi US$ 164,7 per ton.

Penguatan ini menjadi pembalikan arah setelah terkoreksi selama dua hari beruntun.

Menguatnya harga batu bara terjadi di tengah rencana pemerintah India yang akan menutup sekitar 30 tambang batu bara dalam tiga tahun ke depan untuk menggunakan lahan untuk menciptakan hutan dan penyedia air.

Ini terjadi sebagai bagian dari KTT G20 https://apkmeja138.com/ di Mumbai, di mana dampak de-coaling lahan untuk pertanian dan prospek transisi yang adil dari batu bara sedang dibahas.

India adalah produsen batubara terbesar ketiga di dunia. Kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi di Tanah Air akan terus meningkat hingga tahun 2040.

Kebutuhan batu bara India diperkirakan akan naik menjadi 1,1 miliar ton pada 2024 dan 1,5 miliar ton pada 2030, dari 892 juta ton pada 2023.

Untuk memenuhi kebutuhan, India mengimpor setidaknya 220 juta ton batu bara.

Saat ini, 75% listrik yang dihasilkan berasal dari sumber berbasis batubara. Selanjutnya, pada bulan April, cetak biru kebijakan energi baru India mengumumkan penambahan kapasitas berbasis batu bara sebesar 28GW untuk pembangkit listrik.

Sementara itu dari China, rata-rata produksi batu bara harian China turun pada April dari level rekor sebulan lalu, karena beberapa penambang memangkas produksi akibat cuaca buruk dan menjelang musim permintaan rendah.

Berdasarkan data dari Biro Statistik Nasional (NBS), China memproduksi 381,45 juta ton batubara bulan lalu, naik 4,5% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya dan turun 8,6% dari Maret lalu.

Salju lebat melanda Mongolia Dalam pada awal April, memaksa beberapa tambang terbuka ditutup dan memperlambat transportasi jalan.

Namun, ada sedikit kabar gembira dari China, di mana produksi listrik mereka melesat 8,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada April menjadi 690,1 miliar kilowatt hours (kWh).

Dengan meningkatnya produksi listrik, maka permintaan akan batu bara cenderung meningkat dan pada akhirnya dapat menopang kembali harga batu bara di masa depan.

Di lain sisi, ekspor batu bara Indonesia meningkat pada periode kuartal I-2023. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor batu bara RI pada Januari-April 2023 meningkat 2,51% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu (yoy) yakni 103,19 juta ton.

Sebagai catatan, Indonesia sempat melarang ekspor batu bara pada Januari 2022 untuk mengamankan pasokan dalam negeri untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Secara nilai, ekspor batu bara menyentuh US$ 13,43 miliar. Bila dihitung ke rupiah maka nilainya mencapai Rp 198,97 triliun (kurs US$1=Rp 14.815) atau hampir Rp200 triliun pada empat bulan pertama 2023. Nilai tersebut meningkat 10,73% dibandingkan pada Januari-April 2022.

Secara volume, India merupakan pemborong terbesar. Namun, jika dinilai dari nilai ekspor, China menjadi yang terbesar karena kadar kalori batu bara yang dijual lebih tinggi.

China membeli 28,57 juta ton pada Januari-April 2023 dengan nilai menembus US$ 2,74 miliar. Sementara itu India memborong 34,43 juta ton batu bara dengan nilai US$ 2,72 miliar.

Dari sisi nilai, tempat ketiga adalah Jepang yang membeli batu bara Indonesia senilai US$ 2,22 miliar disusul dengan Filipina dengan nilai US$ 1,34 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*